Jakarta, Kronikanews. — Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Sumatra pada akhir November 2025 telah menelan korban jiwa sangat besar. Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Sabtu (29/11/2025) malam tercatat 303 orang meninggal dunia dan 279 orang masih dinyatakan hilang, setelah banjir dan tanah longsor menerjang wilayah di tiga provinsi: Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Diantara provinsi terdampak, Sumatra Utara menjadi yang paling parah — dengan korban meninggal mencapai 166 orang dan 143 orang masih hilang.
Tak hanya korban jiwa, ribuan rumah dan bangunan juga rusak atau terendam. Infrastruktur — jalan, jembatan dan jalur komunikasi — banyak yang hancur, sehingga akses ke sejumlah lokasi terisolasi menjadi sulit.
Pemerintah dan tim SAR masih terus bekerja keras mengevakuasi korban, mencari mereka yang hilang, serta mendistribusikan bantuan darurat. Pesawat dan armada militer bahkan dikerahkan untuk menyalurkan logistik ke lokasi paling terpencil.
Tanggapan: Upaya Darurat & Pemulihan
BNPB melalui berbagai instansi terkait telah menetapkan status tanggap darurat. Prioritas saat ini: pencarian korban hilang, penyelamatan terhadap warga terdampak, pengiriman logistik dan kebutuhan dasar, serta perbaikan akses transportasi dan komunikasi.
Pemerintah juga mengimbau seluruh masyarakat dan relawan untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan — terutama di daerah perbukitan dan aliran sungai — serta terus mendukung proses evakuasi dan bantuan kemanusiaan.
Pesan untuk Korban & Masyarakat
Bagi saudara-saudara kita yang terdampak — yang kehilangan rumah, harta benda, maupun orang tercinta — ketahuilah bahwa Anda tidak sendiri. Kami bersama seluruh bangsa merasa dan berbagi duka. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan; bagi yang hilang, semoga segera ditemukan; dan bagi yang selamat, semoga diberi kekuatan untuk bangkit kembali.
Mari kita bersatu, gotong royong, dan saling membantu — karena dalam masa-masa sulit seperti ini, solidaritas dan empati adalah sumber kekuatan terbesar.











