Jakarta, kronikanews. — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kegiatan Earthquake Early Warning System (EEWS) pada Kamis, 4 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung di Jakarta ini diikuti sekitar 48 peserta dari berbagai unit kerja BMKG, mulai dari lintas kedeputian, biro, hingga direktorat teknis yang terlibat langsung dalam pengembangan sistem peringatan dini gempabumi nasional.
BMKG Tekankan Penguatan Sistem Peringatan Dini
FGD dibuka oleh Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, yang menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pengembangan EEWS. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memastikan layanan peringatan dini gempabumi di Indonesia semakin optimal.
“FGD ini bukan hanya forum evaluasi, tetapi juga ruang untuk berbagi pengalaman, menyampaikan capaian, serta membahas tantangan dan solusi pengembangan EEWS. Kita memiliki tujuan yang sama: menghadirkan sistem peringatan dini yang semakin cepat, akurat, dan andal bagi masyarakat,” ujar Nelly.
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan tingkat kegempaan tinggi, membutuhkan sistem peringatan dini berbasis teknologi yang dapat menyelamatkan banyak nyawa dan mengurangi dampak kerusakan.
Evaluasi Komprehensif Prototipe EEWS
Selaras dengan itu, Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Setyoajie Prayoedhie, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses peningkatan uji coba prototipe EEWS yang kini memasuki fase penyempurnaan.
Ia menjelaskan bahwa evaluasi yang dilakukan mencakup berbagai aspek teknis dan non-teknis.
“Evaluasi dilakukan secara komprehensif, mulai dari perkembangan sistem, regulasi pendukung, jaringan sensor dan akuisisi data, sistem pemrosesan, mekanisme diseminasi, hingga aspek sosial terkait penerimaan masyarakat terhadap penerapan EEWS,” ungkap Setyoajie.
Menurutnya, sistem peringatan dini tidak hanya berbicara soal teknologi, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam menerima dan merespons informasi secara cepat dan tepat.
Rangkum Masukan untuk Penguatan Sistem Nasional
Setiap sesi FGD diisi dengan paparan teknis, studi kasus, dan diskusi terbuka yang melibatkan para ahli internal BMKG. Semua masukan dari peserta kemudian dirangkum menjadi rekomendasi strategis yang akan menjadi dasar penguatan EEWS pada tahap pengembangan berikutnya.
Rekomendasi tersebut meliputi peningkatan kecepatan pemrosesan data, perluasan jaringan sensor, penguatan sistem komunikasi darurat, hingga perlunya edukasi publik dalam memahami notifikasi peringatan dini.
Komitmen BMKG Tingkatkan Mitigasi Bencana
Melalui penyelenggaraan FGD ini, BMKG kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat mitigasi gempabumi di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya membangun sistem peringatan dini yang tidak hanya presisi secara teknis, tetapi juga efektif saat digunakan di lapangan.
BMKG berharap hasil dari FGD ini mampu meningkatkan ketangguhan masyarakat dan memperkokoh sistem mitigasi bencana nasional, terutama dalam menghadapi potensi gempabumi di masa mendatang.
Source Foto : BMKG
