PAPUA, KronikaNews — Fenomena alam yang sangat jarang terjadi kembali diperkirakan terjadi di wilayah Papua Tengah, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika. Area tambang Grasberg dan sekitarnya dilaporkan mengalami turunnya salju, sebuah kejadian yang memicu perhatian warga dan pengamat cuaca nasional pada Senin (26/1/2026).
Salju yang menyelimuti kawasan berbasis tambang ini tersebar di beberapa titik ketinggian daerah Tembagapura, dan menjadi perbincangan di kalangan warga serta media sosial. Menurut laporan media lokal, suhu di area sekitar pernah mencetak angka sedingin -3 derajat Celsius, kondisi yang mendukung terbentuknya salju di wilayah tropis ini.
Fenomena seperti ini bukan pertama kali terjadi di Papua. Area pegunungan tinggi di Papua, termasuk Pegunungan Jayawijaya, dikenal sebagai salah satu dari sedikit wilayah di Indonesia yang pernah mencatat salju dan gletser karena ketinggiannya. Namun, kejadian turun salju di daerah Tembagapura tetap tergolong langka dan menarik perhatian karena Indonesia adalah negara tropis yang umumnya tidak mengalami turun salju.
Penjelasan Meteorologi dan Faktor Iklim
Para ahli cuaca menyatakan bahwa turunnya salju di ketinggian ekstrem seperti di atas 4.000 meter di Papua dapat terjadi jika suhu atmosfer mencapai titik di bawah 0 derajat Celsius dan kondisi atmosfer mendukung terbentuknya kristal-kristal es yang kemudian jatuh sebagai salju. Hal ini umumnya terjadi pada musim penghujan atau saat kondisi troposfer cukup dingin akibat pergerakan massa udara tertentu.
Meskipun fenomena ini cukup spektakuler, para ahli juga mengingatkan bahwa salju di pegunungan tinggi Papua, khususnya di Puncak Jayawijaya, telah menyusut drastis sepanjang tahun terakhir akibat perubahan iklim global. BMKG Stasiun Meteorologi Moses Kilangin di Timika menyatakan bahwa salju abadi di puncak pegunungan tersebut diprediksi akan lenyap seluruhnya pada tahun 2026 jika kondisi pemanasan global terus berlangsung.
Kondisi ini terjadi karena kombinasi curah hujan tinggi, panas dari bebatuan, dan perubahan iklim jangka panjang, yang mempercepat pencairan es dan salju di daerah tinggi.
Warga lokal di Distrik Tembagapura mengabadikan fenomena salju melalui video dan foto yang viral di media sosial, memperlihatkan permukaan tanah dan vegetasi yang terlihat tertutup kristal putih. Banyak yang menganggap peristiwa ini sebagai momen langka yang jarang terjadi di Indonesia tropis.
Para pakar cuaca juga menekankan bahwa fenomena ini harus dipahami sebagai bagian dari variasi iklim di ketinggian ekstrem, namun juga menjadi pengingat pentingnya fenomena perubahan iklim global yang memengaruhi kondisi alam di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
KronikaNews.com akan terus memperbarui informasi terbaru terkait fenomena alam dan perubahan iklim yang terjadi di wilayah Indonesia.











