Majenang, Cilacap. KronikaNews — Operasi pencarian korban bencana longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, terus berjalan intensif hingga Sabtu (15/11) sore. Tim SAR gabungan pada hari ketiga dilaporkan telah mengevakuasi 8 jenazah, sementara upaya pencarian masih berlanjut di beberapa sektor yang terdampak.
Menurut keterangan tim operasi dan laporan media nasional, longsor yang terjadi akibat hujan deras itu menimbun belasan rumah dan menimbulkan kerusakan pada area pemukiman. Evakuasi dipusatkan pada beberapa worksite/sektor pencarian; satu sektor (Worksite A-3) dilaporkan telah ‘bersih’ dari titik temuan, tetapi pencarian masih difokuskan pada sektor A-1 dan A-2.
Data korban pada laporan-laporan awal berbeda-beda antar sumber. Sejumlah kantor berita dan media asing melaporkan jumlah korban meninggal dan yang masih hilang dengan angka yang belum seragam: laporan awal menyebut 2–6 jenazah dengan puluhan orang dinyatakan hilang, sementara pembaruan di lapangan pada Sabtu mencatat penambahan jenazah yang dievakuasi. Perbedaan angka ini dipengaruhi oleh terus berjalannya pencarian dan verifikasi identitas korban.
Tim SAR gabungan — yang terdiri dari Basarnas, BPBD Provinsi Jateng, Polri, TNI, unit kesehatan, serta relawan — menggunakan alat berat, anjing pelacak (K9) dan peralatan lain untuk mempercepat proses evakuasi. Sumber lapangan melaporkan ratusan personel dikerahkan, serta penggunaan ekskavator dan anjing pelacak untuk menelusuri titik-titik penumpukan material longsor.
Pantauan Terbaru (Sabtu Sore)
Jumlah jenazah yang ditemukan: 8 orang (laporan gabungan dari petugas di lokasi).Status pencarian: Operasi masih berlangsung di Worksite A-1 dan A-2; beberapa titik telah dinyatakan bersih.
Peralatan dan dukungan: Ekskavator, anjing pelacak, ambulans, serta ratusan personel SAR/relawan dikerahkan.
Perbedaan angka di laporan lain: Beberapa media internasional dan nasional sebelumnya melaporkan angka korban dan hilang berbeda (angka hilang yang dilaporkan berkisar antara 17–20 orang dalam pemberitaan awal). KronikaNews mendapati varian angka tersebut karena proses verifikasi yang masih berlangsung.
Pejabat SAR dan BPBD setempat menyatakan prioritas saat ini adalah penyelamatan dan penemuan seluruh korban, serta penanganan darurat bagi warga terdampak. Mereka juga mengimbau masyarakat sekitar untuk menjauh dari area longsor karena potensi longsor susulan.











