PROBOLINGGO, KronikaNews – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo. Salah satu atlet andalannya, Sefriel Ardiansyah, meninggal dunia usai menunjukkan aksi heroik membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kamis (15/10/2026).
Sefriel menghembuskan napas terakhir setelah terjebak kobaran api saat berupaya keras memadamkan kebakaran di sekitar tempat kerjanya. Diketahui, almarhum bekerja di sebuah hotel di kawasan Gunung Bromo—tepatnya di sisi timur wilayah Mentigen, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Ketua Harian FPTI Kota Probolinggo, Iwan Rosidi, mengaku sangat terpukul atas kepergian Sefriel. Bagi Iwan dan seluruh jajaran pengurus, almarhum bukan sekadar atlet andalan daerah, melainkan sudah dianggap seperti anak sendiri sekaligus rekan dalam membina para juniornya.
“Keluarga besar FPTI Kota Probolinggo merasa sangat kehilangan. Sefriel ini sosok yang baik dan tekun beribadah. Setiap salat selalu mengimami adik-adiknya. Dia juga tidak pernah marah dan selalu tersenyum,” ujar Iwan dengan penuh duka, Jumat (16/10/2026).
Selain dikenal dengan kepribadiannya yang santun dan religius, Sefriel memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan di dunia panjat tebing. Almarhum tercatat sukses mengharumkan nama Kota Probolinggo dalam dua edisi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur, yaitu pada tahun 2023 dan 2025. Pada ajang Porprov terakhir, Sefriel berhasil mempersembahkan medali perak.
Di luar rutinitas kompetisi dan pekerjaannya, Sefriel dikenal sangat peduli terhadap regenerasi atlet. Ia kerap meluangkan waktu untuk berkumpul serta membantu melatih atlet-atlet muda di Gedung Olahraga (GOR).
Iwan mengungkapkan bahwa FPTI Kota Probolinggo sebenarnya telah menaruh harapan besar pada kiprah Sefriel ke depan, termasuk mempersiapkannya untuk kembali berlaga di Porprov Jatim 2027. Pihak FPTI bahkan telah mengupayakan penyesuaian jadwal latihan dengan jam kerja Sefriel agar sang atlet tetap bisa mengasah kemampuannya.
Kini, rencana dan harapan tersebut tinggal kenangan. Iwan mengenang kebiasaan almarhum yang selalu konsisten pulang setiap hari Jumat untuk berkumpul bersama keluarga dan melanjutkan latihan di GOR.
Kepergian Sefriel Ardiansyah menjadi kehilangan besar bagi keluarga, rekan sesama atlet, dan seluruh keluarga besar FPTI Kota Probolinggo.
“Kami mendoakan semoga diterima segala amal ibadahnya, diampuni segala dosanya, dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tutur Iwan.
Bagi FPTI Kota Probolinggo, Sefriel Ardiansyah akan selalu dikenang sebagai sosok pahlawan, atlet berprestasi, dan panutan yang terus menginspirasi generasi muda panjat tebing tanah air.
Wira Candra Kencana
