JAKARTA, KronikaNews.com — Seorang balita malang berinisial SF (20 bulan) meregang nyawa di tangan ibu kandungnya sendiri, JM (20), bersama ayah tirinya, AR (22). Peristiwa nahas ini terjadi di sebuah toilet umum kawasan Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Kasus pembunuhan keji ini pertama kali terungkap setelah pemilik toilet umum melaporkan adanya aktivitas mencurigakan dari kedua pelaku di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, setelah diduga menghabisi nyawa korban di toilet tersebut, JM dan AR dengan panik berupaya menghilangkan jejak. Mirisnya, mereka membawa jenazah balita malang itu menggunakan layanan transportasi daring (taksi/ojek online) menuju kawasan Palmerah, Jakarta Barat.
Setibanya di Palmerah, kedua pelaku berjalan kaki menyusuri jalanan hingga menemukan sebuah lahan kosong di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat. Di lokasi sunyi itulah, jenazah korban dikuburkan secara tak layak hanya dengan menggunakan sebuah kantong plastik.
Mendapat laporan dari warga, jajaran kepolisian dari Polsek Kebayoran Lama langsung bergerak cepat. Petugas segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di toilet umum Pasar Kebayoran Lama dan melacak pelarian pelaku.
Tidak butuh waktu lama, kurang dari 24 jam setelah kejadian, Unit Reskrim Polsek Kebayoran Lama berhasil meringkus JM dan AR. Keduanya ditangkap tanpa perlawanan dan langsung digelandang ke Mapolsek Kebayoran Lama.
Hingga berita ini diturunkan, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik untuk mendalami motif utama di balik pembunuhan sadis yang menimpa balita tak berdosa tersebut. Pihak kepolisian juga tengah mengamankan barang bukti dan berkoordinasi untuk menangani kondisi psikologis satu anak lainnya yang turut dibawa pelaku saat kejadian.
