BANJIR BANDANG TERJANG MALANG : 39 TITIK TERDAMPAK, RUMAH RUSAK DAN LISTRIK DIPADAMKAN

Jakarta, kronikanews. — Sebagian kawasan di Kota Malang, Jawa Timur tengah dilanda banjir bandang pada Kamis, 4 Desember 2025, menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut. Bencana ini memicu evakuasi dan reaksi cepat dari pemerintah daerah setempat.

Hujan Deras Picu Banjir Bandang — 39 Titik Tergenang

Menurut data BPBD Kota Malang, banjir melanda setidaknya 39 titik di berbagai kecamatan di Malang seperti Blimbing, Sukun dan Lowokwaru.

Air sempat menggenangi rumah warga, jalan raya, dan sempat menyeret sejumlah kendaraan roda dua.Salah satu kawasan terdampak terparah adalah Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing — di mana setidaknya 19 rumah terendam dan lima di antaranya mengalami kerusakan berat.

“Intensitas hujan yang sangat tinggi kemarin menjadi penyebab. Kemudian, sarana prasarana yang memang tidak memadai. Apalagi di sini (Jalan Sidomulyo) adalah cekungan, daerah rendah,” ungkap Wahyu Hidayat, Wali Kota Malang, usai meninjau lokasi terdampak.

Listrik Dipadamkan & Evakuasi Massal

Dalam upaya antisipasi bahaya korsleting, pasokan listrik dilakukan pemadaman sementara di sejumlah wilayah terendam.

Evakuasi dan pembersihan lokasi juga dilakukan oleh petugas gabungan bersama warga, termasuk pemindahan barang-barang dari rumah yang terendam.

Sementara itu, pihak BPBD dan pemerintah Kotamadya menyatakan bahwa meskipun sebagian besar titik sudah surut, mereka terus memantau kondisi guna mencegah dampak lanjutan.

Latar Belakang: Cuaca Ekstrem & Sistem Drainase Lemah

Curah hujan ekstrem yang terus meningkat sejak akhir November diduga menjadi penyebab utama banjir bandang kali ini.

Ditambah lagi, sistem drainase dan infrastruktur pengairan di beberapa kawasan dinilai kurang mampu menampung volume air limpasan. Menurut Wali Kota, tumpukan sampah dan sedimentasi yang menyumbat saluran drainase turut memperparah genangan.

“Termasuk ada endapan, sampah yang mengendap. Akhirnya air tidak bisa masuk ke dalam saluran.” — ujar Wahyu Hidayat.

Dampak & Upaya Pemulihan

Pemerintah Kota Malang melalui BPBD bersama instansi terkait telah mulai mendata kerusakan dan kebutuhan mendesak warga terdampak. Bantuan seperti paket kebutuhan dasar dan fasilitas darurat disiapkan untuk korban.

Selain itu, penguatan sistem drainase dan normalisasi saluran air dicanangkan sebagai prioritas jangka pendek agar kejadian serupa tidak terulang saat hujan lebat kembali melanda.

Dengan banjir bandang yang melanda puluhan titik di Kota Malang pada awal Desember 2025, kejadian ini sekali lagi menggarisbawahi pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi hujan ekstrem. Perbaikan infrastruktur dan kebersihan drainase — serta mitigasi dini — menjadi kunci untuk meminimalkan dampak serupa di masa depan.

Exit mobile version