Bandung, Kronikanews — Sebuah bencana longsor terjadi pada Jumat (5/12/2025) di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari — Kabupaten Bandung — setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Peristiwa ini dipicu ambrolnya lereng perbukitan yang menimbun rumah warga, meninggalkan tiga orang dalam status hilang dan merusak puluhan rumah.
Kronologi & Dampak
Longsor terjadi sekitar pukul 17.20 WIB, saat tebing di lereng kawasan yang dikenal rawan longsor runtuh. Material tanah dan batu menimpa sejumlah rumah serta permukiman di bantaran kawasan.
Sebanyak empat rumah dilaporkan tertimbun, dan tiga warga dilaporkan hilang, yakni atas nama Aisyah (60), Citra (20), dan Alfa (10).
Proses evakuasi dan pencarian korban terus dilakukan oleh tim gabungan — dari BPBD, SAR, hingga relawan — meskipun kondisi tanah yang labil dan hujan susulan membuat upaya tersebut sulit.
Menurut Kepala Humas BPBD Jabar, Hadi Rahmat:
“Betul — longsor menimpa pemukiman di Desa Wargaluyu akibat hujan deras; data lengkap kami masih himpun.”
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyebut bahwa faktor pemicu longsor bukan hanya hujan, melainkan juga alih fungsi lahan, dari hutan menjadi kebun palawija, yang melemahkan struktur penahan lereng.
“Berdasarkan hasil asesmen, besar kemungkinan longsor terjadi karena alih fungsi hutan menjadi perkebunan palawija. Intensitas hujan yang tinggi menjadi pemicu.” — Herman Suryatman
Kerusakan & Evakuasi
Lokasi terdampak meluas. Selain rumah yang tertimbun, material longsor memicu banjir lumpur di jalan utama Kampung Condong, dengan ketinggian hingga 40 cm — yang menyulitkan akses dan evakuasi.
Sebanyak 762 jiwa — termasuk bayi, lansia, ibu hamil — dipindahkan sementara ke tempat aman, seperti rumah saudara atau lokasi pengungsian. Bantuan awal berupa makanan, selimut, terpal, serta kebutuhan dasar sudah disalurkan oleh relawan dan organisasi sosial.
Dugaan Penyebab & Peringatan Pemerintah
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menekankan bahwa longsor ini menjadi peringatan keras tentang bahaya perubahan fungsi lahan buruk, terutama di daerah lereng rawan longsor.
Pihak berwenang juga mengimbau warga — terutama yang tinggal di zona rawan — untuk mengungsi sementara dan menghindari area longsor serta bantaran sungai. Akses ke lokasi bencana dibatasi agar pencarian korban bisa dilakukan dengan aman.
Penanganan & Proses Pemulihan
Tim SAR gabungan (BPBD, polisi, relawan) telah menurunkan ratusan personel — termasuk alat berat — meskipun pengoperasian alat berat sempat terhambat karena tanah yang labil. Pencarian korban terus dilakukan sambil menunggu kondisi aman.
Organisasi kemanusiaan seperti Rumah Zakat juga sudah bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar kepada korban dan pengungsi.
Peristiwa longsor di Arjasari Bandung hari ini menjadi pengingat serius bahwa kombinasi curah hujan tinggi dan degradasi lingkungan (alih fungsi lahan) dapat memicu bencana besar — terutama di daerah lereng yang rapuh. Pemerintah dan masyarakat diimbau tetap siaga, menjaga kelestarian lingkungan, dan mematuhi peringatan resmi demi keselamatan bersama.











