KEBAKARAN BINUS ANGGREK: PETUGAS DAMKAR SEMPAT KESULITAN

kebakaran

Kebakaran Binus Anggrek Petugas Damkar Sempat Kesulitan | kronikaNews
Kebakaran Binus Anggrek Petugas Damkar Sempat Kesulitan | kronikaNews

Jakarta, KronikaNews — Peristiwa kebakaran melanda Kampus Binus Anggrek yang terletak di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Jumat (22/5/2026) siang. Insiden ini sempat memicu kepanikan di area kampus, terutama karena kepulan asap tebal yang dengan cepat memenuhi ruangan. Petugas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) segera dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan dari pihak keamanan. Namun, dalam proses pemadaman, petugas damkar sempat kesulitan untuk mengendalikan situasi pada fase awal.

Kronologi Kebakaran Binus Anggrek dan Kendala Evakuasi

Menurut laporan di lapangan, api diduga pertama kali muncul sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah menerima panggilan darurat, sejumlah unit mobil pemadam langsung diluncurkan menuju lokasi kejadian. Meskipun respons armada sangat cepat, intervensi awal tidak berjalan mulus karena jarak pandang yang sangat terbatas.

Asap hitam pekat yang bersumber dari lantai atas gedung membuat koridor menjadi sangat gelap. Akibatnya, petugas damkar sempat kesulitan mendeteksi sumber utama api secara akurat saat pertama kali tiba di lokasi.

“Kondisi di dalam ruangan sangat pekat oleh asap, sehingga titik api tersembunyi dan sulit dijangkau pada menit-menit pertama,” ujar salah satu petugas di lapangan.

Mengapa Petugas Damkar Sempat Kesulitan Menemukan Titik Api?

Ada beberapa faktor teknis yang menyebabkan penanganan awal membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya. Berikut adalah kendala utama yang dihadapi oleh tim penyelamat:

  • Akumulasi Asap Tebal: Struktur sirkulasi udara gedung bertingkat membuat asap terjebak di dalam koridor.
  • Suhu Udara Tinggi: Panas ekstrem di sekitar area terdampak menghambat pergerakan personel yang menggunakan APD lengkap.
  • Sistem Komunikasi: Jaringan koordinasi di dalam ruangan beton yang tertutup asap mengalami sedikit hambatan taktis.

Oleh karena itu, strategi penyisiran secara manual terpaksa dilakukan secara perlahan demi keselamatan tim. Setelah dilakukan ventilasi udara darurat, barulah sumber api utama berhasil diisolasi dan dijinakkan oleh petugas.

Kesimpulan dan Langkah Antisipasi Gedung Bertingkat

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keandalan sistem proteksi kebakaran aktif di lingkungan institusi pendidikan. Meskipun petugas damkar sempat kesulitan menemukan titik api, dedikasi dan strategi penanganan yang tepat berhasil mencegah kebakaran meluas ke area lain. Beruntung, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden ini karena proses evakuasi mandiri mahasiswa berjalan cukup tertib.

Apakah sistem manajemen keselamatan di lingkungan sekitar Anda sudah siap menghadapi situasi darurat seperti ini? Pastikan Anda selalu mencatat nomor darurat pemadam kebakaran setempat dan memahami jalur evakuasi di gedung Anda. Bagikan artikel ini di media sosial agar lebih banyak orang waspada terhadap bahaya kebakaran gedung!

Exit mobile version