TRAGEDI DI STASIUN BEKASI TIMUR : KA ARGO BROMO ANGGREK TABRAK KRL, 15 ORANG TEWAS

BEKASI, KRONIKANEWS – Dunia perkeretaapian Indonesia berduka menyusul kecelakaan hebat yang melibatkan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di emplasemen Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden tragis tersebut mengakibatkan 15 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

Berdasarkan data resmi PT KAI dan laporan di lapangan, rangkaian peristiwa bermula pada pukul 20.45 WIB ketika sebuah taksi listrik mogok dan tertabrak kereta di perlintasan sebidang Bulak Kapal, yang kemudian memicu gangguan sistem persinyalan di area Stasiun Bekasi Timur.

Kondisi tersebut memaksa KRL Commuter Line relasi Kampung Bandan–Cikarang berhenti darurat di Jalur 1 pada pukul 20.50 WIB. Namun, hanya berselang dua menit, KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi yang melaju kencang dari arah yang sama menghantam bagian belakang KRL yang sedang diam. Benturan keras tersebut dilaporkan menghancurkan gerbong terakhir KRL yang merupakan gerbong khusus perempuan.

Data Korban dan Penanganan Medis

Hingga Selasa (28/4/2026) siang, otoritas terkait merilis pembaruan data korban sebagai berikut:

  • Meninggal Dunia: 15 orang (seluruhnya penumpang perempuan di gerbong belakang KRL).
  • Luka-luka: 84 orang kini dalam perawatan intensif.
  • Selamat: 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan dalam kondisi sehat.

Para korban luka telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit, termasuk RSUD Kota Bekasi, RS Polri, RS Bela Bekasi, dan RS Mitra Keluarga. Sementara itu, jenazah korban meninggal dunia dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Langkah Otoritas dan Kondisi Terkini
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan permohonan maaf serta menegaskan bahwa pihaknya bersama KNKT tengah melakukan penyelidikan mendalam guna mengidentifikasi kegagalan sistem pengamanan jalur tersebut.

“Kami sedang fokus pada evakuasi dan penanganan korban. Penyelidikan bersama KNKT dilakukan untuk memastikan penyebab sistem pengamanan gagal mencegah pertemuan dua rangkaian di jalur yang sama,” tegas Bobby.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi bangkai kereta menggunakan alat berat masih berlangsung. Operasional jalur lintas Bekasi yang sempat lumpuh kini mulai dioperasikan secara terbatas dengan sistem buka-tutup guna mengurai kepadatan penumpang.

Exit mobile version