TRANSPORTASI UMUM JAKARTA MASUK JAJARAN TERBAIK DUNIA, BUKTI KEMAJUAN SISTEM TERINTEGRASI

Kronikanews, Jakarta – Sistem transportasi umum di DKI Jakarta kini semakin mendapat pengakuan di tingkat global. Berdasarkan hasil survei internasional yang melibatkan ribuan responden, Jakarta berhasil masuk dalam daftar kota dengan transportasi umum terbaik di dunia.

Dalam studi yang dirilis oleh Time Out, Jakarta menempati peringkat ke-17 dari kota-kota besar dunia dalam hal kualitas transportasi publik. Capaian ini menempatkan Jakarta sebagai salah satu yang terbaik di kawasan Asia Tenggara, bahkan berada di atas sejumlah kota besar lainnya seperti Kuala Lumpur, Manila, hingga Bangkok.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi bukti nyata peningkatan layanan transportasi publik di ibu kota.

“Jakarta sekarang ini dari 50 kota, kita berada di nomor 17. Di ASEAN kita hanya kalah dari Singapura,” ujarnya.

Keberhasilan ini tidak lepas dari sistem transportasi yang semakin terintegrasi. Berbagai moda seperti TransJakarta, MRT Jakarta, LRT, hingga KRL Commuterline kini saling terhubung dalam satu jaringan besar yang memudahkan mobilitas masyarakat.

Sistem Bus Rapid Transit (BRT) TransJakarta bahkan tercatat sebagai salah satu yang terbesar di dunia dengan jangkauan luas dan melayani lebih dari satu juta penumpang setiap harinya. Sementara itu, MRT Jakarta yang mulai beroperasi sejak 2019 menjadi tulang punggung transportasi modern berbasis rel dengan standar keamanan dan kenyamanan tinggi.

Selain itu, integrasi transportasi melalui sistem JakLingko turut memperkuat konektivitas antarmoda, dengan cakupan ratusan kilometer jaringan transportasi yang menghubungkan berbagai wilayah di Jabodetabek.

Pengamat transportasi menilai, peningkatan kualitas layanan, kemudahan akses, serta digitalisasi sistem pembayaran menjadi faktor utama yang mendorong naiknya peringkat Jakarta di mata dunia. Tak hanya itu, upaya pemerintah dalam menghadirkan transportasi ramah lingkungan seperti bus listrik juga menjadi nilai tambah.

Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan terus melakukan pembenahan agar kualitas layanan semakin meningkat dan mampu bersaing dengan kota-kota besar dunia lainnya.

Ke depan, transportasi publik di Jakarta diharapkan tidak hanya menjadi solusi mobilitas, tetapi juga mampu mengurangi kemacetan serta menekan tingkat polusi udara, sekaligus mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Exit mobile version