Jakarta, kronikanews.— Sejumlah kawasan di Jakarta Utara kembali terendam banjir rob pada Rabu, 3 Desember 2025. Peristiwa ini terjadi di tengah peringatan dini yang dikeluarkan beberapa hari sebelumnya oleh otoritas terkait. Berikut laporan lengkapnya:
Rob Menggenang di RE Martadinata dan Titik Pesisir Lainnya
Pagi hari ini, genangan rob dilaporkan di Jalan RE Martadinata — wilayah pesisir di dekat Jakarta International Stadium (JIS), Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok. Ketinggian air tercatat antara 15 hingga 20 sentimeter.
Menurut Kasat Lantas Jakarta Utara, Kompol Ridha Aditya, “pengecekan kami tadi pagi di lokasi untuk ketinggian air rob sekitar 15 sampai dengan 20 cm.”
Sementara itu, pantauan dari petugas menunjukkan genangan sudah terjadi selama sekitar tiga hari di kawasan tersebut, yang turut menyebabkan kemacetan lalu lintas.
Peringatan & Antisipasi dari Pemda dan BMKG
Sehari sebelumnya, otoritas telah memperingatkan potensi banjir pesisir di Jakarta mulai 1 sampai 10 Desember 2025. Peringatan ini dikeluarkan oleh BMKG — berdasarkan prediksi pasang maksimum air laut — dan disampaikan oleh BPBD DKI Jakarta kepada publik.
Menindaklanjuti potensi itu, pemerintah setempat melalui Dinas SDA Jakarta Utara beserta instansi terkait telah memulai upaya mitigasi.
Seperti dijelaskan oleh Hendra Hidayat (Wali Kota Jakarta Utara), “pembangunan tanggul mitigasi di Muara Angke … pengerukan waduk … dan penempatan tambahan pompa mobile” dilakukan untuk menekan dampak rob.
Tren Rob di Jakarta Utara Sepanjang 2025
Banjir rob bukanlah kejadian satu kali. Sejumlah peristiwa sepanjang 2025 menjadi bukti bahwa pesisir Jakarta Utara tetap rentan terhadap ancaman pasang laut. Contohnya:
Pada 29 April 2025, kawasan Pluit (Penjaringan) sempat terendam rob dengan ketinggian air mencapai 25 cm.
Imbauan waspada rob juga sempat dikeluarkan untuk periode 24–31 Mei 2025, saat fenomena “supermoon” diperkirakan terjadi.
Sebelum peringatan Desember, banyak kawasan pesisir dipantau secara ketat oleh BPBD dan Dinas SDA menandakan bahwa frekuensi kejadian rob meningkat terutama saat fase pasang maksimum.
Dengan data tersebut, sepanjang 2025 wilayah pesisir Jakarta Utara mengalami beberapa gelombang rob baik dalam bentuk genangan singkat di jalan/jalan utama maupun genangan di pemukiman pinggir laut seperti Pluit dan Muara Angke.
Implikasi & Seruan Waspada bagi Warga
Fenomena 3 Desember ini sekaligus membuktikan bahwa banjir rob bukan ancaman musiman saja, melainkan bagian dari dinamika rutin bagi warga pesisir. Kondisi ini menuntut kewaspadaan bersama:
Warga di kawasan pesisir seperti Papanggo, Pluit, Muara Angke, Tanjung Priok, dan sekitarnya diminta mengikuti imbauan BPBD/BMKG, terutama saat fase pasang tinggi laut.
Pemerintah diharapkan terus memperkuat mitigasi seperti pembangunan tanggul, normalisasi saluran air, penyiagaan pompa agar genangan tidak meluas ke pemukiman dan fasilitas publik.
Publik juga perlu sadar bahwa rob bisa terjadi sewaktu-waktu, bukan hanya ketika hujan deras — karena rob banyak dipicu kondisi laut dan pasang surut.
Dengan rentetan kejadian sepanjang 2025 dan peristiwa terkini pada 3 Desember 2025, jelas bahwa ancaman rob di Jakarta Utara tetap nyata. Upaya mitigasi harus terus dilakukan dan kesadaran masyarakat penting agar dampaknya bisa diminimalisir, terutama bagi warga pesisir dan pengguna jalan utama.
