HJ. HIMMATUL ALIYAH SOSIALISASIKAN EMPAT PILAR MPR RI DI KEBAYORAN LAMA SELATAN : TEKANKAN LITERASI DIGITAL DAN PENGUATAN PANCASILA

Jakarta, Kronikanews -, Anggota DPR RI Komisi X, Hj. Himmatul Aliyah, S.Sos., M.Si, menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR RI di wilayah Kebayoran Lama Selatan bersama Forum RT se-Kebayoran Lama Selatan. Kegiatan ini dihadiri para ketua RT, tokoh masyarakat, serta perangkat wilayah yang antusias mengikuti pemaparan terkait pentingnya memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan di tengah perubahan zaman yang serba digital.

Dalam penyampaiannya, Hj. Himmatul Aliyah menyoroti cepatnya perkembangan teknologi dan perilaku masyarakat di era digital. Ia mengatakan bahwa masyarakat, termasuk para pemangku wilayah, perlu melek terhadap teknologi agar dapat memahami dampak positif dan negatif dari digitalisasi.

“Era digital membawa banyak peluang, tetapi juga tantangan. Teknologi tidak hanya mempengaruhi pola komunikasi, tetapi juga budaya, perilaku, dan cara berpikir masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa derasnya arus informasi harus disikapi dengan penguatan karakter kebangsaan melalui Empat Pilar MPR RI, terutama Pancasila, yang menjadi fondasi moral dan ideologis bangsa. Menurutnya, teknologi yang berkembang tidak boleh menggeser nilai-nilai persatuan dan kerukunan yang telah lama menjadi kekuatan Indonesia.

Lebih jauh, Hj. Himmatul Aliyah yang juga terlibat dalam Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) menceritakan pengalamannya berinteraksi dengan delegasi luar negeri. Salah satunya berasal dari Afghanistan, yang tertarik mempelajari bagaimana Indonesia mampu menjaga stabilitas dan kedamaian meski memiliki perbedaan bahasa, suku, agama, dan budaya.

“Mereka bertanya bagaimana Indonesia bisa rukun, sementara di Afghanistan perbedaan justru memicu konflik berkepanjangan. Mereka ingin mempelajari Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika untuk dijadikan model meredam pertikaian,” jelasnya.

Menurutnya, apresiasi negara lain terhadap Pancasila justru berbanding terbalik dengan kondisi di dalam negeri. Ia menyoroti mulai memudarnya penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat, terlihat dari maraknya judi online, pinjaman online ilegal, hingga perilaku digital yang tidak beretika.

“Indonesia adalah salah satu pengguna internet terbesar di dunia. Namun ironisnya, di tingkat ASEAN, kita dinilai sebagai negara dengan etika digital paling rendah. Ini menjadi alarm bagi kita semua untuk kembali menguatkan nilai-nilai Pancasila,” tegasnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Hj. Himmatul Aliyah berharap para ketua RT dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarkan pemahaman tentang Empat Pilar ke masyarakat, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menjaga harmoni sosial di lingkungan masing-masing.

Kegiatan ditutup dengan sesi dialog interaktif, di mana warga diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan seputar isu digital, sosial, dan nilai kebangsaan.

Exit mobile version