Jakarta, Kronikanews — Kasus penyakit campak pada anak kembali menjadi perhatian di sejumlah wilayah. Campak atau measles merupakan infeksi menular yang disebabkan oleh virus dan dapat menurunkan daya tahan tubuh secara signifikan bila tidak segera ditangani.
Menurut data Kementerian Kesehatan, peningkatan kasus campak kerap terjadi di wilayah padat penduduk, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Para orang tua diimbau untuk lebih waspada terhadap gejala awal campak yang sering kali disangka hanya flu biasa.
“Gejala awal campak biasanya ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah. Setelah itu muncul ruam kemerahan di wajah yang menyebar ke seluruh tubuh,” jelas dr. Ratna Dewi, Sp.A, dokter spesialis anak di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2025).
Ia menambahkan, campak dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh sehingga anak lebih rentan terserang infeksi lain, seperti pneumonia atau diare berat.
“Anak yang terkena campak biasanya kehilangan nafsu makan dan mudah lemas. Kondisi ini bisa memperburuk sistem kekebalan tubuhnya,” ujar dr. Ratna.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta pun terus mengimbau masyarakat untuk memastikan imunisasi campak-rubella anak sudah lengkap sesuai jadwal. Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan dan asupan nutrisi juga menjadi langkah penting dalam pencegahan.
“Deteksi dini sangat penting. Begitu anak menunjukkan gejala demam tinggi disertai ruam dan batuk, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat,” tambah dr. Ratna.
Dengan kewaspadaan dan penanganan cepat, diharapkan kasus campak pada anak dapat ditekan, sekaligus melindungi generasi muda dari ancaman penyakit menular yang dapat melemahkan daya tahan tubuh.
