KronikaNews, Jakarta — Dunia maya baru-baru ini dihebohkan oleh respons pelayanan publik yang dianggap tidak lazim di tingkat kelurahan. Menanggapi kegaduhan tersebut, Pramono minta Inspektorat periksa oknum Lurah yang diduga membalas aduan masyarakat hanya dengan menggunakan kiriman gambar hasil kecerdasan buatan. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan bahwa integritas dan transparansi pelayanan pemerintah tetap terjaga di mata publik.
Kejadian ini bermula saat seorang warga melaporkan kondisi lapangan yang memerlukan penanganan segera. Namun, bukannya mendapatkan bukti foto pengerjaan yang nyata, warga justru menerima gambar yang terindikasi kuat sebagai manipulasi digital. Oleh karena itu, Pramono minta Inspektorat periksa kebenaran laporan tersebut guna menghindari praktik “asal bapak senang” yang merugikan kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi.
“Pelayanan publik harus berbasis fakta di lapangan, bukan sekadar gimik teknologi. Jika ada manipulasi, maka harus ada tindakan disiplin yang tegas,” ujar pihak terkait mengenai arahan tersebut.
Selain melakukan pemeriksaan internal, instruksi ini juga menjadi peringatan bagi aparatur sipil negara lainnya agar tidak menyalahgunakan teknologi untuk menutupi kelalaian kerja. Transparansi dalam menangani keluhan warga merupakan pilar utama dalam membangun tata kelola kota yang modern dan akuntabel.
Penggunaan konten buatan AI dalam laporan resmi kedinasan tentu memicu perdebatan mengenai etika kerja. Seringkali, kemudahan teknologi justru disalahgunakan untuk menciptakan laporan fiktif yang terlihat sempurna secara visual namun kosong secara substansi. Agar kejadian serupa tidak terulang, Pramono minta Inspektorat periksa prosedur standar operasional (SOP) pelaporan di tingkat kelurahan agar lebih valid dan terverifikasi.
Diharapkan melalui pemeriksaan ini, standar pelayanan di Jakarta dapat kembali ke jalur yang benar sesuai dengan ekspektasi warga. Dengan adanya pengawasan ketat, langkah Pramono minta Inspektorat periksa ini diharapkan mampu memulihkan marwah pelayanan publik yang jujur, cepat, dan nyata tanpa manipulasi digital yang menyesatkan.











