ZULKIFLI HASAN KUNJUNGI KORBAN KEBAKARAN PANGADEGAN: “SOLIDARITAS ADALAH KEKUATAN UTAMA

Jakarta, KronikaNews – Ketua Umum PAN sekaligus Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengunjungi para korban kebakaran besar yang melanda kawasan padat penduduk di Kelurahan Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat lalu (10/10/2025). Kebakaran tersebut berdampak pada sekitar 450 jiwa dari 120 kepala keluarga, dengan setidaknya 400 orang kehilangan tempat tinggal.

Dalam kunjungannya, Minggu (12/10), Zulhan, sapaan akrabnya, didampingi sejumlah tokoh publik dan kader PAN, seperti Uya Kuya, Astrid Kuya, Pasha Ungu, Adelia Pasha, serta Muhammad Syauqie.

Dampingi Anak-anak, Bantu Pulihkan Trauma

Di lokasi pengungsian sementara yang difungsikan di sejumlah masjid dan tenda darurat, Zulhas menyempatkan diri bernyanyi dan bermain bersama anak-anak. Ia juga mengapresiasi hasil mewarnai mereka sebagai bentuk pemulihan trauma pasca-bencana.

“Kita harus hadir bukan hanya lewat bantuan, tetapi lewat kebersamaan. Saat seperti ini, solidaritas menjadi kekuatan utama,” kata Zulhas dalam keterangannya.

Bantuan Kemanusiaan dan Modal Usaha

Selain dukungan moril, PAN juga menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi para korban, termasuk bantuan logistik dan kebutuhan dasar seperti:

* Bahan pangan
* Alat mandi
* Biskuit dan susu untuk balita
* Pakaian layak pakai

Tak hanya itu, Zulhas juga memberikan bantuan modal usaha kepada sejumlah warga untuk membantu mereka memulai kembali kehidupan ekonominya.

“Dalam setiap bencana, yang paling penting adalah memastikan warga tidak kehilangan harapan dan dukungan. Kami hadir untuk saling menguatkan. Inilah semangat kemanusiaan,” tegasnya.

Kronologi Kebakaran: Korsleting di Lapak Barang Bekas

Kebakaran di Pengadegan terjadi pada Jumat (10/10/2025), sekitar pukul 15.18 WIB. Api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu lapak barang bekas, yang kemudian merembet cepat ke bangunan sekitar.

Objek yang terbakar meliputi:

* Puluhan lapak barang bekas
* Rumah kontrakan
* Dua pabrik kecil

Sebanyak 15 unit mobil pemadam dan 45 personel diterjunkan untuk mengendalikan api. Namun, kobaran cepat membesar karena struktur bangunan semipermanen dan bahan mudah terbakar.

Reporter : Widi

Exit mobile version