Akurasi Data Topang Keberlanjutan Kesejahteraan dan Pendidikan
Jakarta, Kronikanews – Hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan dimanfaatkan secara masif guna memperkuat berbagai program prioritas Pemprov DKI Jakarta, mencakup perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan, pengembangan usaha, hingga penciptaan lapangan kerja.
Di sektor pendidikan, Pemprov DKI Jakarta mempertahankan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang saat ini menjangkau sekitar 707.520 siswa, serta Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) bagi sekitar 15.900 mahasiswa. Tak hanya itu, mulai tahun 2027, Pemprov DKI Jakarta juga tengah menyiapkan program Beasiswa LPDP Jakarta untuk memberangkatkan sekitar 50–75 mahasiswa melanjutkan studi ke luar negeri pada tahap awal.
Sementara di bidang kesehatan, Jakarta didukung oleh jaringan fasilitas pelayanan publik berupa 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu. Data sensus yang akurat sangat diperlukan agar pelayanan publik di sektor ini dapat dirancang sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.
Guna menjamin kelancaran pelaksanaan sensus, Gubernur Pramono menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah mulai dari wali kota, bupati, camat, lurah, hingga ketua RT dan RW untuk aktif menyosialisasikan Sensus Ekonomi 2026. Informasi mengenai sensus wajib disebarluaskan melalui media sosial, situs resmi pemerintah, videotron, serta berbagai kanal komunikasi publik lainnya.
