KONTRIBUSI STRATEGIS JAKARTA TERHADAP PEREKONOMIAN NASIONAL

Ekonomi

KONTRIBUSI STRATEGIS JAKARTA TERHADAP PEREKONOMIAN NASIONAL
KONTRIBUSI STRATEGIS JAKARTA TERHADAP PEREKONOMIAN NASIONAL

Jakarta, Kronika news- Gubernur Pramono menilai Sensus Ekonomi 2026 memiliki posisi yang sangat strategis mengingat Jakarta menyumbang sebesar 16,67 persen terhadap perekonomian nasional. Dengan demikian, data yang dihasilkan tidak hanya menggambarkan struktur ekonomi Jakarta, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memotret lanskap perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Saat ini, kondisi ekonomi Jakarta tengah menunjukkan tren positif. Pada triwulan terbaru, ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 5,59 persen. Sementara itu, tingkat inflasi tercatat sebesar 2,78 persen, yang merupakan angka terendah di Pulau Jawa sekaligus berada di bawah inflasi nasional yang mencapai 3,34 persen.

Indikator Ekonomi DKI Jakarta Terbaru:

– Kontribusi PDB Nasional: 16,67%
– Pertumbuhan Ekonomi: 5,59% (Triwulan Terbaru)
– Tingkat Inflasi: 2,78% (Terendah di Pulau Jawa, Nasional: 3,34%)

Selain untuk merumuskan arah kebijakan masa depan, kualitas data BPS juga membantu pemerintah mengevaluasi hasil pembangunan. Salah satu bukti konkretnya terlihat dari penurunan jumlah RW kumuh di Jakarta berdasarkan pendataan BPS, yang merosot tajam dari 445 RW pada tahun 2017 menjadi tinggal 211 RW pada tahun 2026.

“Data inilah yang menjadi dasar kita menentukan kebijakan pembangunan. Karena itu, saya mengimbau seluruh warga Jakarta yang menjadi responden sensus agar memberikan informasi secara jujur dan apa adanya. Data yang benar akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran,” tegasnya.